Kreasi Burger&Sushi Pancake dari SMK
Tegalbahari.com – DUA siswa SMK Insan Cinta Bangsa (ICB) Cinta Niaga berhasil menjadi juara lomba memasak se-Jawa Barat (Jabar) yang beberapa waktu lalu diselenggarakan di Bandung. Keduanya berhasil menyisihkan puluhan peserta lain yang berasal dari SMK di Jabar.
Kedua siswa jurusan tata boga tersebut yaitu Adnin Mahesa Rabio (16), memenangi juara pertama kreasi pancake dengan karyanya Burger Fruit Pancake sedangkan Devi Anugrah Pratama (18) berhasil meraih peringkat kedua dengan masakannya yang unik yaitu Sushi Pancake Chocolate Roll.
“Saya memang hobi masak dan hobi makan juga. Makanya waktu bikin pancake, saya ingin membentuk seperti makanan yang sangat saya sukai yaitu burger. Alhamdulillah masakan saya jadi kreasi unik dan disukai juri,” ucapnya saat ditemui di SMK ICB Cinta Niaga, Jalan Pahlawan, Kota Bandung, kemarin.
Pancake buatan siswa kelas XI ini berbentuk bulat dengan diameter sekitar 6 cm. Setiap lapisan pancake diberi topping buah-buahan dan cream sehingga lebih menggugah selera. Di bagian paling atas tidak lupa diberi cokelat putih dan buah-buahan untuk mempercantik penampilan.
Menurut dia, menjadi seorang chef adalah hal yang sangat membanggakan, jauh dari kesan feminim. “Saya ingin jadi chef, karena terkesan gagah dan keren. Nantinya saya ingin menjadi wirausaha dengan keahlian masak yang saya miliki,” kata penggemar Chef Edwin Lau ini.
Berbeda dari pancake pada umumnya, masakan hasil racikan Devi yakni Sushi Pancake Chocolate Roll ini berbentuk seperti sushi. Pancake cokelat tipisnya digulung-gulung kemudian dipotong menjadi seperti sushi. “Saya ingin ada tampilan pancake yang lain daripada yang lain makanya dibuat seperti sushi,” kata siswa Kelas XII itu.
Bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana antara lain butter, baking powder, telur, susu cokelat, dan gula. Pembuatan pancake juga tidak memakan waktu lama, setelah semua bahan dicampurkan maka pancake tinggal dimasak, sekira 10 menit pancake siap disantap.
“Saya memang suka masak dan ingin menjadi ahli pastry. Enggak gengsi kok jadi tukang masak karena kalau di hotel kebanyakan memang laki-laki, apalagi bekerja di hotel membutuhkan tenaga laki-laki, jadi laki-laki cocok kok jadi chef,” tutur penggemar Chef Bara Patirajawane ini.
Ketua Yayasan Insan Cinta Bangsa Bonur Parlindungan mengaku, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan siswanya, kegiatan masak-memasak adalah rutinitas harian yang dilakukan siswa tata boga. Keduanya menang karena kreasi masakannya yang unik dan baru.
“Kami selalu meningkatkan kemampuan mereka. Salah satunya dengan mendatangkan praktisi ke sekolah, sehingga mereka selalu dapat hal baru misalnya resep dan modifikasi makanan. Kalau tidak seperti itu, mereka akan ketinggalan nantinya,” jelasnya.
Diakui Bonur, pembelajaran di SMK ICB lebih dominan pada teori daripada praktek dengan perbandingan 70:30. Untuk menunjang kegiatan praktek 526 siswanya, tahun ini tengah dibangun gedung baru untuk praktek siswa, salah satunya ruang hotel dengan fasilitas bintang lima.
“Nantinya kalau ada orangtua siswa yang datang bisa menginap di sana dan siswa juga bisa praktik, selain peralatan baru, ruang praktik baru ini juga jadi program kami tahun ini,” katanya. TB/W
Sumber : Okezone.com






















